Raden Ziad
Tim Redaksi / Kontributor Resmi PWNU NTB
Seperti yang diberitakan oleh Lombok Post Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) mengusulkan Kiai sepuh TGH Turmudzi Badaruddin masuk sebagai calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Agustus mendatang. TGH Turmudzi yang juga dikenal dengan Datok Bagu itu diusulkan secara bulat oleh PWNU NTB. “Kami di PWNU dan PCNU se-NTB secara bulat mengusulkan beliau yang pertama sebagai anggota AHWA PBNU,” kata Sekretaris PWNU NTB H Lalu Daud Nurjadi, kemarin (16/6).
Disampaikan, sosok TGH Turmudzi memiliki integritas, kedalaman ilmu agama, serta ketokohan yang kuat di kalangan warga Nahdliyin. Baik di NTB maupun tingkat nasional. Karena itu, PWNU NTB menilai pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah, itu sangat layak menjadi ba-gian dari AHWA PBNU yang memiliki peran strategis dalam menjaga arah dan marwah organisasi. “Tidak ada keraguan lagi pada sosok beliau dalam menjaga marwah NU,” ujar Daud.
Menurutnya, ada banyak alasan yang membuat Datok Bagu layak masuk jajaran AHWA PBNU.
Pertama, ia memiliki sanad keilmuan yang kuat dan jelas. Sebab TGH Turmudzi menempuh pen-didikan pesantren di bawah bimbingan TGH Soleh Hambali Bengkel yang juga Rois Syuriah PWNU NTB pertama. “Beliau juga belajar di Makkah ke-pada ulama-ulama terkemuka sehingga memiliki otoritas keilmuan yang sangat diakui,” jelasnya.
Kedua, berpengalaman panjang dalam organ-isasi NU. Dengan keterlibatan sejak tahun 1970 dan menempati berbagai posisi penting di lingkungan NU mulai tingkat wilayah dan pusat. Selanjutnya, TGH Turmudzi termasuk dalam lingkaran ulama sepuh yang dihormati warga Nahdliyin, baik di NTB maupun secara nasional. Sehingga memiliki kewibawaan moral dalam mengambil keputusan strategis organisasi.
“Pernah menjadi anggota AHWA pada muktamar-muktamar PBNU sebelumnya. Sehingga beliau memahami mekanisme, etika, dan tanggung jawab dalam proses pemilihan Rais Aam,” paparnya.
Datok Bagu juga dianggap konsisten menjaga paham Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, serta dikenal sebagai figur moderat yang mampu merawat tradisi keilmuan pesantren. Ia juga memi-liki rekam jejak pengabdian yang panjang melalui Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu. Ponpes ini diakui telah melahirkan banyak kader ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Selama kiprahnya, TGH Turmudzi juga dikenal sebagai tokoh pemersatu di lingkungan NU dan yang lainnya di NTB. Jabatannya di NU pun dimulai dari bawah. Sejak dari Rais Syuriyah Ranting Bagu, MWC, PWNU, hingga Mustasyar PBNU.
“Rekam jejak ini menunjukkan pemahaman me-nyeluruh terhadap kultur organisasi NU,” ucapnya. Datok Bagu juga memiliki hubungan baik dengan banyak ulama dan tokoh nasional. Termasuk para pemimpin NU dari berbagai generasi termasuk almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sehingga pandangannya juga dipercaya dalam menentukan figur pemimpin tertinggi NU.
“Setelah ini kami akan melakukan komunikasi dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia tentang usulan ini,” pungkas Lalu Daud Nurjadi. Diketahui, AHWA merupakan forum ulama yang memiliki kedudukan penting dalam sistem or-ganisasi NU. Khususnya dalam proses penentuan kepemimpinan Syuriyah di tingkat pusat.
Ada sembilan kiai sepuh NU yang namanya bere-dar menjadi calon anggota AHWA PBNU. Selain TGH Turmudzi Badaruddin, ada nama KH Mustofa Bisri, KH Miftachul Akhyar, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Jazuli, KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siraj, KH Asep Syaifuddin Chalim, dan KH Nasarud-din Umar.
Sumber
Tinggalkan Balasan